Info seputar, Cara membuat pupuk,Cara Menanam,Cara stek,Taman Hias,Obat herbal,Seputar Dunia Kesehatan Berserta Tips Sehatnya

 

Manfaat Khasiat Budidaya Buah Blewah Untuk Kandungan Ibu Hamil

Cara budidaya blewah sangatlah mudah dan tidak memerlukan biaya banyak sebab kurang lebih sama dengan cara penanaman semangka. Teknik penanaman blewah dimulai dengan penyiapan lahan tanah yang telah dilubangi. Akan lebih baik jika cara tanam blewah ini tanahnya juga dibajak. Kemudian diberi pupuk kandang. Untuk menjaga kadar kelembaban tanah, dolomit bisa digunakan setelah penaburan pupuk kandang. Kadar kelembaban tanah sebaiknya dijaga untuk mendapatkan kualitas tumbuhan yang baik.
Tanaman Buah Blewah
Tanaman Buah Blewah
Ada beberapa manfaat dan khasiat buah blewah bagi kesehatan tubuh diantaranya; Meningkatkan kekebalan tubuh, Menyehatkan mata, Menjaga kesehatan gusi, Memelihara kesehatan kulit, Menurunkan kolesterol, Melancarkan pencernaan, Menurunkan tekanan darah, dan mengatasi susah tidur dan mencegah kanker rahim.

 
 
 
 
 
 
Manfaat buah blewah untuk ibu hamil sendiri sangatlah baik sebab Kandungan buah blewah berupa folat yang tinggi membantu untuk menjaga dan memproduksi sel-sel baru, kandungan ini penting bagi wanita hamil demi kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Blewah ternyata juga memiliki indeks glikemik rendah (GI), fruktosa dan glukosa yang terdapat pada buah ini adalah gula alami sederhana, sehingga aman dikonsumsi bagi penderita diabetes dan obesitas. Blewah juga dapat mengurangi asam urat.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Di bulan Ramadhan blewah merupakan buah yang sangat sering ditemui. Jadi sangat disarankan untuk mencoba mengkonsumsi buah ini sebab selain menyegarkan untuk berbuka puasa, blewah juga bermanfaat bagi kesehatan. Lebih detail untuk kajian ilmiah buah blelewah sebagai berikut:
  • Nama ilmiah : Curcumis melo
  • Iklim ideal untuk tumbuh optimal : dataran rendah sampai dataran tinggi
  • Ukuran pot minimal : sedang ( 20 – 30 cm )
  • Kebutuhan sinar matahari : dibawah naungan atau sinar matahari pagi
  • Kebutuhan air : sedang ( siram sehari 1x )
  • Pertumbuhan tanaman : cepat ( tumbuh daun dalam beberapa hari )
  • Tingkat kesulitan : pemula ( sangat mudah perawatannya )

Home Cara Berkebun Cara Berkebun dan Menanam Cabe Rawit Merah di Pot

Siapa yang tidak mengenal cabe rawit? Dapat dipastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia mengenal varietas cabe yang satu ini. Ciri khas cabe rawit merah yaitu ukurannya yang relatif kecil namun mempunyai rasa pedas yang luar biasa. Semakin mahalnya harga cabe rawit di pasaran membuat cabe ini menjadi semakin berharga untuk didapatkan. Namun, pembaca tidak perlu khawatir dengan mahalnya harga cabe karena penulis akan memaparkan cara menanam cabe rawit merah yang tepat. Bagi pembaca yang halaman rumahnya tidak begitu luas dapat mencoba berkebun cabe rawit setelah mempelajari cara menanam cabe merah baik itu dalam  pot atau dalam polibag.
Berkebun Cabai Merah Rawit
Berkebun Cabai Merah Rawit
Sebelum memulai cara berkebun cabai merah rawit, pembaca perlu untuk memilih biji cabe rawit yang berkualitas. Pemilihan biji cabe dimulai dengan memilih buah cabe yang sehat alias tidak terlihat sakit. Setelah dipilih, kemudian buah cabe disayat untuk mengeluarkan bijinya. Biji cabe yang telah diambil kemudian dijemur selama tiga hari dengan tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Setelah tiga hari, saatnya melakukan proses persemaian biji cabe rawit.
Proses persemaian cabe rawit diawali dengan merendam biji cabe rawit di air hangat selama setengah jam, kemudian dilanjutkan dengan merendamnya dalam larutan perangsang akar selama sehari semalam. Biji cabe yang terlihat mengapung segera dibuang karena tidak akan dapat tumbuh dengan optimal. Biji yang lolos seleksi dibungkus kain basah selama sehari semalam. Sebagai wadah semai, pembaca dapat menggunakan bak plastik dan pada bagian dasarnya diberi lubang berdiameter 10 cm. Sebagai media semai, campurkan pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1: 1 dan disiram dengan cairan perangsang akar.














Wadah dan media semai yang telah siap dapat segera digunakan untuk menyemai biji. Cara menanam cabe rawit melalui proses persemaian yang dilakukan satu per satu dengan diberi jarak antar biji supaya saat telah siap untuk ditanam di pot, benih dapat dicabut dengan mudah. Setelah disemai, bagian atas wadah yang terbuka ditutup dengan plastik tipis untuk menghindarkan biji dari gangguan. Media semai dijaga kelembabannya dengan menyiramnya dengan air secukupnya dan ditempatkan di lokasi yang teduh. Setelah biji cabe rawit tumbuh dan mempunyai sekitar empat helai daun yang baik, bibit cabe dapat segera dipindah ke pot. Saatnya pembaca memulai cara menanam cabe rawit di halaman rumah yang prinsipnya sama saja dengan cara menanam cabe merah di polibag atau di dalam pot.
Sebelum dilakukan proses penanaman, perlu untuk menyiapkan media tanam yang mempunyai fungsi sebagai pendukung pertumbuhan tanaman. Media tanam untuk cabe rawit yaitu campuran tanah gembur, pupuk kandang, dan ditambah dengan kompos dengan perbandingan 1: 1: 1 yang kemudian dimasukkan ke dalam pot berdiameter sekitar 30 cm. Media tanam harus sudah siap sejak 14 hari sebelum dimulainya proses penanaman. Satu minggu sebelum penanaman, media tanam disiram dengan larutan perangsang pertumbuhan tanaman. Setelah media tanam siap, saatnya melaksanakan cara menanam cabe rawit ataupun menanam cabe merah dalam polybag.
 





















Cara menanam cabe rawit yang benar yaitu diawali dengan memilih bibit cabe rawit hasil semai yang kualitasnya baik, yaitu yang telah mempunyai daun minimal 4 helai sempurna. Bibit dicabut dari media semai dengan hati-hati supaya akar bibit tidak rusak. Pada media tanam di pot dibuat lubang dengan ukuran yang sedikit lebih besar dibanding dengan bibit. Masukkan bibit ke dalam lubang dengan memadatkan daerah sekitar akar supaya bibit dapat tumbuh dengan baik, dan siram dengan air secukupnya. Demikianlah cara menanam cabe rawit, semoga dapat bermanfaat.

Cara Menanam Fumayin, Jenis Bijan Kaya Manfaat dan Berbahaya

Cannabis atau yang lebih sering dikenal dengan fumayin merupakan salah satu tanaman yang mempunyai manfaat yang banyak untuk industri. Namun sayangnya di Indonesia tanaman fumayin ini dikenal dengan tanaman ganja. Dalam tulisan kali ini tidak hanya akan membahas cara menanam fumayin saja tapi juga berbagai manfaat yang dapat diambil dari tanaman ini.
cara menanam fumayin
cara menanam fumayin
Tidak semua jenis tanaman fumayin merupakan ganja. Yang menjadi ganja atau marijuana hanyalah bunga betina tanaman cannabis yang sudah tua beserta daun yang mengelilinginya. Tidak semua jenis cannabis merupakan tanaman ganja hanya ada dua varietas yang merupakan cannabis yang dapat dijadikan ganja atau heroin yaitu cannabis sativa subps, indica var, kafiristanica dan cannabis sativa subps, indica var dan indica. Kedua varites inilah yang termasuk tanaman fumayin yang bunga betina dan daunnya dapat dijadikan ganja Terlepas dari fumayin yang dapat dijadikan ganja, ternyata di luar negeri biji fumayin dimanfaatkan untuk bahan industri. Budidaya fumayin dan juga cara menanam fumayin ini sangat mudah jadi banyak yang membudidayakannya.
Fumayin atau cannabis yang digunakan untuk budidaya fumayin adalah cannabis jenis varites cannabis sativa L. subsp. sativa var. sativa atau yang biasa disebut dengan biji fumayin. Yang dimanfaatkan dari biji fumayin ini adalah serat dan juga bijinya. Serat dari fumayin atau cannabis ini disebut dengan hemp. Hemp ini dapat digunakan sebagai bahan pembuat karung, benang, kertas serta tali. Cara menanam fumayin ini sama dengan proses penanaman dan juga pemanenan jute atau corchorus olitorius dan juga kenaf atau Hibiscus cannabinus.










Budidaya tanaman fumayin ini sangat mudah untuk dilakukan tidak memerlukan perawatan yang khusus. Cara menanam fumayin cukup dengan menaburkan bijinya saja di area atau daerah yang akan dibuat menanam. Tanaman fumayin ini tidak memerlukan perawatan dan pemeliharaan khusus. Setelah tanaman fumayin ini sudah tua hanya tinggal dicabut dan kemudian melakukan degumming. Proses degumming ini merupakan salah satu proses yang harus dilakukan setelah pemanenan fumayin Deguming ini dilakukan dengan cara merendam tanaman fumayin setelah di panen pada lumpur. Setelah proses deguming ini baru biji ataupun serat dari pohon fumayin dapat dimanfaatkan.
Fumayin dapat menghasilkan minyak, serat, dan bungkil. Manfaat fumayin ini sudah diketahui sejak 10. 000 tahun yang lalu. Jadi tanaman ini sudah diketahui manfaatnya sudah sejak lama, manfaat biji fumayin untuk kenari dan lovebird bagi performa lomba dan penyemangat kawin yang dalam penangkaran sudah dikenal luas bagi kalangan pecinta burung di Indonesia. Cara menanam fumayin dari dulu sampai sekarang sama tidak ada perubahan. Serat fumayin setelah melalui proses deguming dapat dipintal menjadi bahan kain.  Namun biasanya serat fumayin di campur atau di blended dengan bahan pembuat kain lainnya. Bahan yang sering dicampur dengan serat fumayin untuk membuat kain adalah rayon, katun, kapas, dan sutera. Bahan-bahan ini dicampur dengan fumayin kemudian dipintal dan ditenun membentuk sebuah kain. Selain dapat digunakan untuk membuat kain, serat fumayin juga biasa digunakan sebagai bahan pembuatan terpal, kanvas, karung dan juga tali.










Selain seratnya biji fumayin juga dapat diolah menjadi minyak. Biji fumayin ini sebenarnya sangat sehat jika dijadikan sebagai snack cemilan tapi umumnya biji fumayin diambil minyaknya. Manfaat budidaya tanam fumayin ini sebenarnya sangat banyak untuk bahan industri. Minyak cannabis atau fumayin mempunyai keistemewaan yang lebih dan sangat cocok untuk bahan cat untuk melukis diatas kanvas. Kandungan plastik dalam minyak fumayin sangat banyak namun minyaknya ini juga dapat digunakan sebagai minyak goreng. Selai itu juga dapat digunakan sebagai bahan kosmetik dan pembuat kue. Setelah diambil minyak dari bijinya, bungkil dari fumayin juga sangat bermanfaat untuk pakan ternak. Cara menanam fumayin memang mudah dan sangat bermanfaat, tapi perlu juga pengawasan agar tidak disalahgunakan gunakan.

BACA JUGA TAMAN STEK

Berita Terbaru

Blog Archive