Info seputar, Cara membuat pupuk,Cara Menanam,Cara stek,Taman Hias,Obat herbal,Seputar Dunia Kesehatan Berserta Tips Sehatnya

 

Cara Budidaya Tanaman Buah Naga Dalam Pot

Buah naga yang populer di Indonesia antara lain buah naga kulit merah dengan daging buah berwarna putih (Hylocereus Undatus), buah naga kulit merah dengan daging buah berwarna merah keunguan (Hylocereus polyrhizus), buah naga super merah (Hylocereus costariensis), dan buah naga kuning (Hylocereus megalanthus). Buah naga kulit merah dengan daging buah berwarna putih memiliki ukuran yang paling besar, sekitar 400-700 gram per buah. Sementara itu, buah naga kuning memiliki ukuran yang paling kecil daripada yang lain, sekitar 80-100 gram perbuah, namun rasa buahnya yang paling manis dari buah naga yang lainnya.
Berikut beberapa cara yang dilakukan untuk dapat merangsang pembungaan buah naga.
  • Pemupukan
    Berikan pupuk berupa pupuk majemuk yang mengandung unsur P dan K tinggi, seperti NPK 15:15:15 dengan dosis 50 gram per pot. Bisa juga diberi campuran pupuk tunggal berupa ZA, SP-18, dan KCI. Dosis setiap pupuk tunggal yang diberikan adalah 50 gram per pot. Tambahkan juga pupuk kandang guna meningkatkan kadar bahan organik pada media tanam, diikut dengan penyiraman pada pagi atau sore hari. Selang 2-4 minggu setelah pemupukan lewat akar, berikan pemupukan daun. Saat tanaman mulai mengeluarkan bunga, lakukan segera pemupukan. Aplikasi pupuk dapat berupa pupuk TSP dan KCI atau pupuk NPK 15:15:15. Larutkan dahulu pupuk dengan konsentrasi 2 gram per liter air agar lebih cepat diserap tanaman. Selanjutnya, larutan pupuk disemprotkan  pada tanaman setiap minggu selama delapan minggu.
  • Pemangkasan
    Pemangkasan bertujuan untuk membentuk cabang baru yang produktif. Sebaiknya, pemangkasan dilakukan sejak tanaman sudah berumur 2-3 bulan. Untuk pertumbuhan yang optimal, sebaiknya tinggi tanaman tidak lebih dari 140-170 cm dan jumlah cabang produktif yang dipeliharanya hanya 3-4 cabang dan cabang lain sebaiknya dipangkas.
    Berikut tahapan pemangkasan.
    1. Tempatkan tiang dari besi atau bambu yang cukup kuat di tengah-tengah pot.
    2. Ikatkan batang utama pada tiang tersebut. 
    3. Saat cabang-cabang mulai tumbuh, atur arahnya supaya menjuntai ke bawah. 
    4. Pangkas cabang pilihan agar tingginya mencapai 40-60 cm dari media tanam. Hasilnya, akan muncul cabang baru yang diikuti dengan munculnya bakal bunga. 
    5. Pada cabang produktif yang tidak tumbuh, lakukan pemangkasan pucuk sepanjang 5-10 cm.
  •  ZPT
    Berikan ZPT pada tabulampot buah naga untuk meningkatkan ketahanan bunga dan mencegah terjadinya kerontokan. ZPT yang diberikan adalah GA3 dengan dosis 50-70 ppm/tanaman. Dengan cara menyemprotkannya di atas permukaan daun setiap minggu hingga tampak pentil buah.
  • Penjarangan 
    Penjarangan dilakukan ketika bunga mulai muncul. Untuk mengoptimalkan perkembangan pada buah, setiap cabang sisakan saja dua bunga yang berjarak 30 cm satu sama lain. Umumnya, bunga dengan kelopak berwarna hijau yang dipelihara.
  • Repotting
    Rajin mengganti media tanam pot dapat memacu pembungaan tabulampot buah naga. Tambahkan pupuk kandang beserta media baru yang lebih subur untuk menjaga kesuburan dan kesehatan tanaman, sehingga tabulampot buah naga dapat berbuah dengan cepat dan optimal.
  • Agar buah menjadi manis
    Semprotkan larutan monokaliumfosfat dan multimikro untuk meningkatkan kemanisan pada buah naga. Dosis masing-masing larutan adalah 2 gram/liter air dan 1 cc/liter air. Lakukan penyemprotan saat pagi atau sore hari saat matahari tidak terlalu terik agar tanaman tidak layu.

Cara Agar Buah Anggur Berbuah Banyak

Buah anggur yang enak dan menyegarkan menjadi sumber nutrisi untuk keluarga. Kandungan vitamin dan antioksidan pada buah anggur cukup tinggi. Kulit anggur juga mengandung senyawa resveratrol yang berkhasiat untuk mencegah penyakit kanker, jantung, dan penggumpalan darah. Pemeliharaan tambulapot anggur relatif mudah karena dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi. Untuk mendapatkan tabulampot anggur yang rajin berbuah dan berdaya hasil tinggi, sebaiknya pilih beberapa varietas unggul, seperti varietas isabella, belgi, probolinggo biru, dan alphonso lavalle.Varietas isabella memiliki potensi hasil mencapai 20 kg per pohon dalam sekali panen, belgi berpotensi 10-15 kg per pohon, dan alphonso lavalle mampu berproduksi hingga 20-30 kg per pohon. Sementara itu, probolinggo biru memiliki potensi hasil sebesar 30-40 kg per pohon per tahun.

Tanaman anggur termasuk ke dalam kelompok tanaman menyerbuk sendiri. Namun, persilangan antarbunga pada tanaman anggur pun cukup tinggi. Dalam satu tanaman yang sama, dapat dihasilkan berbagai macam bunga, yaitu bunga jantan, bunga betina, atau hemaprodit. Sulur calon bunga anggur akan keluar dari ketiak daun ke-3 dan ke-5. Penyerbukan silang pada bunga anggur dapat dibantu oleh angin, serangga, dan manusia. 

Berikut beberapa cara untuk memacu munculnya bunga dan buah pada tabulampot anggur.
  1. Pemupukan
    Pembungaan pada tabulampot bisa dirangsang dengan memberi pupuk KCI. Pemupukan bisa diaplikasikan sepuluh hari sebelum dilakukan pemangkasan berat bersamaan dengan pemberian pupuk SP-36. Dosisnya 150 gram KCI dan 150 gram SP-36 untuk setiap tanaman, Selanjutnya, lima hari setelah pemupukan KCI dan SP-36, tanaman kembali dipupuk dengan 100 gram Urea. Penggunaan ketiga pupuk tersebut bisa digantikan dengan penggunaan pupuk majemuk NPK 15:15:15 sebanyak 300 gram dengan waktu yang pengaplikasian yang sama. Pupuk anorganik juga dapat digantikan dengan pupuk organik seperti kotoran ayam, kotoran kelelawar, atau bisa juga kotoran burung walet karena memiliki kandungan fosfor yang tinggi berguna untuk memacu keluarnya bunga, pupuk ini juga meningkatkan kandungan gula dalam buah.
  2. Pemangkasan
    Pemangkasan dapat dilakukan dengan menghabiskan seluruh daun, cabang primer, dan cabang sekunder pada tanaman.Pemangkasan dilakukan saat tanaman berumur satu tahun. Pemangkasan yang baik dilakukan pada saat menjelang akhir musim hujan atau bisa juga setelah diberi perlakuan stres air. Hal tersebut dilakukan agar bertumbuhnya tunas dengan cepat. Umumnya, tunas dapat keluar seminggu setelah dipangkas dan diikuti dengan munculnya bunga. Pemangkasan ini dilanjutkan setelah 15-20 hari panennya buah. Dengan begitu, tanaman dapat dipanen dan dipangkas tiga kali dalam setahun.
  3. Stres air
    Perlakuan stres air dapat dilakukan dengan cara mengurangi intensitas penyiraman hingga seminggu sekali. Namun, jika tanaman menunjukkan gejala layu yang lumayan parah segera lakukan penyiraman sedikit demi sedikit untuk mencegah kematian pada tanaman. Tanaman dibiarkan tidak disiram selama dua minggu sebelum pemangkasan. Selanjutnya, 2-3 hari menjelang pemangkasan, tanaman disiram kembali hingga lembap.
  4. Penjarangan dan Pembungkusan
    Penjarangan dapat dilakukan 50-60 hari setelah pemangkasan atau saat ukuran buah sebesar kelereng. Sisakan satu cabang dengan dua tandan buah yang paling baik. Buah yang telah dijarangkan dapat dibungkus agar lebih manis. Pembungkusan dilakukan sebulan sebelum buah dipanen. 

Cara Mempercepat Munculnya Bunga Dan Buah

Ada banyak cara untuk memacu munculnya bunga dan buah pada tabulampot, salah satunya adalah dengan memaksimalkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pemeliharaan yang rutin dan pemupukan yang tepat. Cara lain yang dapat dicoba di antaranya dengan melakukan pemangkasan, perlakuan stres air, pelukaan, dan pemberian zat pengatur tumbuhan atau ZPT. 

Berikut adalah cara agar tabulampot cepat berbunga 
  1. Pemupukan tepat
    Pemupukan dilakukan untuk menyediakan hara bagi pertumbuhan tanaman. Tanaman yang mendapatkan hara cukup akan mampu tumbuh, berkembang, dan berfotosintesis secara optimal. Hasil fotosintesi inilah yang berperan dalam munculnya bunga dan buah. Pada saat buah muncul, pemupukan harus terus dilakukan agar buah dapat berkembang dengan baik. Beberapa bulan sebelum buah matang dan siap untuk dipanen, pemupukan harus dihentikan. Lakukan pemupukan kembali saat buah telah dipanen.

  2. Stres air
    Perlakuan stres air mengakibatkan terganggunya transpor hara pada tanaman. Hasil fotosintesis atau fotosintat dari daun dan cabang tidak dapat ditransportasikan ke bagian lain. Perlakuan stres air hanya dilakukan hingga tanaman layu dan tidak menyebabkan mati. Stres dapat dilakukan dengan mengurangi intensita penyiraman. Selain itu, perlakuan stres air juga hanya dilakukan hingga bunga muncul. Setelah bunga muncul, lakukan kembali penyiraman dengan intensitas yang sama. Pastikan tanaman yang telah muncul bunga tidak berada dalam keadaaan stres akibat kekeringan. Jika hal itu terjadi, bunga akan kering dan rontok sehingga tidak akan berhasil menjadi buah.

  3. Pemangkasan
    Tujuan dari pemangkasan adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dengan membuang bagian tanaman yang dianggap merugikan. Bagian yang dipangkas dapat berupa daun, cabang, dan ranting yang terlalu banyak, serta bagian lain yang terserang penyakit. Sebab daun yang terlalu rindang dapat memberikan efek negatif bagi tanaman, seperti, penurunan efektivitas fotosintesis.

  4. Perundukan
    Perundukan merupakan teknik untuk merangsang munculnya munculnya bunga dengan cara melengkungkan cabang tanaman ke arah bawah sehingga penghambatan aliran fotosintat dari daun ke akar. Sebaliknya, hara tersebut terkonsentrasi dan digunakan untuk pembentukan bunga.

  5. Pelukaan
    Perlakuan lain yang dapat dilakukan untuk merangsang munculnya pembungaan adalah dengan melukai batang tanaman karena fotosintat dari daun ke akar dapat terhenti dan terkumpul di areal pembungaan. Pelukaan dapat dilakukan dengan cara mencacah batang, mengerok atau mengupas kulit batang, pencincinan atau ringin, dan pencekikan. Umumnya, hanya tanaman dewasa yang bisa diberikan perlakuan ini karena jika dilakukan ditanaman muda, pelukaan dapat menghambat pertumbuhan tanaman bahkan bisa mengakibatkan kematian.

  6. Repotting
    Repotting adalah mengganti bahan tanam pada tabulampot dengan media baru. Tujuannya, untuk memperbaiki kandungan unsur hara pada media tanam.Umumnya, repotting dapat dilakukan saat tanaman berumur satu tahun. Saat melakukan repotting, dilakukan pula pemangkasan akar karena berguna untuk merangsang pembungaan.

  7. Zat Pengatur Tumbuh atau ZPT
    Beberapa zat pengatur tumbuh yang terdapat pada tanaman di antaranya auksin, sitokinin, giberelin, asam abisat, dan etilen. Sesuai dengan fungsinya bagi pertumbuhan tanaman, pemberian kadar zat-zat tersebut dapat menjadikan tanaman terus aktif membelah secara vegetatif.

BACA JUGA TAMAN STEK

Berita Terbaru

Blog Archive